Variasi media dan bahan ajar

Media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran (Djamarah, 2006: 121). Dalam proses belajar mengajar kehadiran media mempunyai arti yang culup penting. Karena dalam kegiatan tersebut ketidakjelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Media dapat mewakili apa yang kurang mampu guru ucapkan melalui kata-kata tetentu. Dengan demikian, anak didik lebih mudah mencerna bahan daripada tanpa bantuan media.

Alat-alat pengajaran sebagai media komunikasi menurut (Sardiman, 2006: 205) dapat dikelompokkan ke dalam tiga golongan. Pertama, adalah alat-alat yang merupakan benda sebenarnya yang memberikan pengalaman langsung dan nyata. Kedua, alat-alat yang merupakan benda pengganti yang seringkali dalam bentuk tiruan dari bend sebelumnya. Ketiga, bahasa baik lisan maupun tertulis memberikan pengalaman melalui bahasa.

Peranan media dalam proses belajar mengajar adalah sebagai berikut:

  1. menghemat waktu belajar
  2. memudahkan pemahaman
  3. meningkatkan perhatian siswa
  4. meningkatkan aktivitas siswa
  5. mempertinggi daya ingat siswa

Setiap materi pelajaran tentu memiliki tingkat kesukaran yang bervariasi. Untuk itulah seorang guru tidak boleh menyamakan antara siswa yang satu dengan yang lain. Termasuk juga dalam keadaan fisiknya. Setiap siswa mempunyai kemampuan indera yang tidak sama, baik pendengaran maupun penglihatannya, demikian juga dengan kemampuan berbicara.Adasiswa yang lebih enak atau senang membaca, ada yang suka mendengarkan dulu baru membaca, dan sebaliknya.

Bila guru dalam menggunakan media bervariasi dari satu ke yang lain, maka akan banyak sekali memerlukan penyesuaian indra siswa, membuat perhatian siswa menjadi lebih tinggi, memberi motivasi untuk belajar, mendorong berpikir, dan meningkatkan kemampuan beajar.

Variasi gaya mengajar guru

Dalam proses belajar mengajar siswa dituntut untuk memberi perhatian terhadap materi pelajaran yang diberikan guru. Seluruh siswa diharapkan memperhatikan penjelasan guru karena hal itu akan membuat siswa mengerti akan pelajaran yang diberikan.  Untuk mempertahankan dan menarik agar perhatian siswa tetap pada materi pelajaran yang diberikan bukanlah hal yang mudah, terlebih lagi jika siswa yang ada dalam satu kelas berjumlah banyak. Denagn adanya variasi mengajar guru diharapkan siswa dapat terhindar dari kebosanan atau kejenuhan dan perhatian siswa  terhadap materi dapat ditingkatkan.

Variasi ini pada dasarnya meliputi variasi suara, variasi gerakan anggota badan, dan variasi perpindahan posisi guru dalam kelas. Bagi siswa, variasi tersebut dilihat sebagai sesuatu yang energik, antusias, bersemangat, dan semuanya memiliki relevansi dengan hasil belajar. Perilaku guru semacam itu dalam proses belajar mengajar akan menjadi dinamis dan mempertinggi komunikasi antar guru dan siswa. Variasi dalamgayamengajar ini adalah sebagai berikut:

1. Variasi suara

Suara guru dapat bervariasi dalam intonasi, nada, volume, dan kecepatan (Djamarah, 2006: 167). Guru dapat mendramatisasi suatu peristiwa, menunjukkan hal-hal yang dianggap penting, berbicara secara pelan dengan seorang siswa, atau berbicara secara tajam kepada siswa yang kurang memperhatikan.

 

2. Penekanan (focusing)

Dalam rangka memfokuskan siswa pada suatu aspek yang penting atau aspek kunci, guru dapat menggunakan penekanan secara verbal, misalnya dengan mengucap kata “perhatikan baik-baik”, nah ini yang sukar, atau inilah bagian yang sukar untuk itu dengarkan baik-baik !”. Penekanan seperti itu biasanya dikombinasikan dengan gerakan anggota badan yang dapat menunjukkan dengan jari atau memberi tanda pada papan tulis.

 

3. Pemberian waktu (pausing)

Adakalanya suasana kelas tidak kondusif sehingga guru perlu berusaha untuk menarik perhatian siswa. Hal itu dapat dilakukan dengan mengubah yang bersuara menjadi sepi, dari suatu kegiatan menjadi tanpa kegiatan atau diam, dari akhir bagian pelajaran ke bagian berikutnya. Dalam keterampilan bertanya, pemberian waktu dapat diberikan setelah guru mengajukan beberapa pertanyaan, untuk mengubahnya menjadi pertanyaan yang lebih tinggi tingkatannya setelah keadaan memungkinkan. Bagi siswa, pemberian waktu dipakai untuk mengorganisasi jawabannya agar menjadi lengkap.

 

4. Kontak pandang

Apabila guru berintaraksi dengan siswa di dalam kelas, sebaiknya mengarahkan pandangannya ke seluruh kelas, menatap mata setiap siswa untuk dapat membentuk hubungan yang positif . Guru dapat membantu siswa dengan menggunakan matanya dalam menyampaikan informasi, dan dengan pandangannya guru dapat menarik perhatian siswa.

 

5. Gerakan anggota badan (gesturing)

Variasi dalam mimik, gerakan kepala atau badan merupakan bagian penting dalam komunikasi. Tidak hanya untuk menarik perhatian saja, tetapi juga menolong dalam menyampaikan arti pembicaraan.

 

6. Pindah posisi

Perpindahan posisi guru dalam kelas dapat menarik perhatian dan meningkatkan perhatian siswa dalam proses belajar mengajar. Perpindahan posisi ini dapat dilakukan dari depan ke belakang, dari sisi kiri ke sisi kanan, atau diantara anak didik dari belakang ke samping siswa. Selain itu dapat juga dengan posisi berdiri kemudian berubah menjadi posisi duduk. Yang penting dalam perubahan posisi ialah adanya tujuan, dan tidak sekedar mondar-mandir. Guru akan terlihat kaku apabila di dalam mengajar tidak menarik dan menjemukan, tatapi bila variasi dilakukan secara berlebihan maka akan mengganggu kegiatan belajar siswa.

Ketika seorang guru dapat mengajar di depan kelas dengan menunjukkan gaya mengajar yang bervariasi, baik suara, gerakan anggota badan yang luwes, menatap mata siswa, dan sebagainya, guru akan terlihat lebih menarik dan siswa tidak merasa bosan. Hal ini dapat mendorong siswa untuk lebih antusias dan bergairah dalam belajar. Namun hal ini akan berbeda ketika seorang guru dalam mengajar menampilkangayamengajar yang monoton. Maka siswa akan cepat merasa bosan baik dengan materi pelajaran yang sedang ia sampaikan bahkan terkadang bosan dengan guru yang bersangkutan.

Tujuan dan Manfaat Variasi Mengajar

Penggunaan variasi mengajar terutama ditujukan terhadap perhatian siswa, motivasi, dan belajar siswa. Adapun tujuan dan manfaat  mengadakan variasi mengajar yang dimaksud adalah sebagai berikut (Usman, 2005:84):

  1. Untuk menimbulkan dan meningkatkan perhatian siswa kepada aspek-aspek belajar-mengajar yang relevan.
  2. Untuk memberikan kesempatan bagi berkembangnya bakat ingin mengetahui dan menyelidiki pada siswa tentang hal-hal yang baru.
  3. Untuk memupuk tingkah laku yang posotif terhadap guru dan sekolah dengan bernagai cara mengajar yang lebih hidup dan lingkungan belajar yang lebih baik.
  4. Guna member kesempatan kepada siswa untuk memperoleh cara menerima pelajaran yang disenangi.

Pengertian Variasi Mengajar

Variasi mengajar adalah perbuatan guru dalam konteks proses belajar mengajar yang bertujuan mengatasi kebosanan siswa, sehingga dalam proses belajarnya siswa senantiasa menunjukkan ketekunan, keantusiasan, serta berperan secara aktif (Hasibuan, 2006: 64).

Menurut User Usman (2005:84) variasi stimulus dalam kegiatan belajar mengajar merupakan suatu kegiatan guru dalam konteks proses interaksi belajar-mengajar yang ditujukan untuk mengatasi kebosanan murid sehingga, dalam situasi belajar mengajar, murid senantiasa menunjukan ketekunan, antusiasme, serta penuh partisipasi.

Faktor kebosanan yang disebabkan oleh adanya penyajian kegiatan belajar mengajar yang begitu-begitu saja akan mengakibatkan perhatian, motivasi, dan minat siswa terhadap pelajaran, guru, dan sekolah menurun untuk itu diperlukan adanya keanekaragaman dalam penyajian kegiatan belajar.

sumber : tugas seminar ap, proposal skripsi achmad suhandono

 

Pengertian Mengajar

Menurut Nasution (2000: 4), mengajar adalah suatu aktivitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkannya dengan anak sehingga terjadi proses belajar. Mengajar merupakan suatu usaha dari pihak guru, yakni mengatur lingkungan, sehingga terbentuklah suasana yang sebaik-baiknya bagi anak untuk belajar.

Mengajar merupakan suatu uasaha mengorganisasikan lingkungan dalam hubungannya dengan anak didik dan bahan pengajaran yang menimbulkan proses belajar ( Usman, 2005:6).

Mengajar adalah penciptaan sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar (Hasibuan, 2006: 3). Sistem lingkungan ini terdiri dari komponen-komponen yang saling mempengaruhi, yakni tujuan instruksional yang ingin dicapai, materi yang diajarkan, guru dan siswa yang harus memainkan peranan serta ada dalam hubungan sosial tertentu, jenis kegiatan yang dilakukan, serta sarana dan prasarana belajar mengajar yang tersedia.

Jadi dapat disimpulkan bahwa mengajar merupakan proses interaksi siswa dengan siswa dan kosultasi guru dalam rangka menciptakan sistem lingkungan sebaik-baiknya yang memungkinkan terjadinya proses belajar.

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!